Categories
Main

Resep Sukses Musyafik Berbisnis Udang

Hanya dalam jangka waktu tiga tahun, Musyafik mampu mengembangkan usaha budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) di pantai barat Lampung naik empat kali lipat. Dari awalnya hanya lima kolam pada 2013 menjadi 20 kolam pada akhir 2016. Padahal, ia pemain baru di bisnis si bongkok. Bermodalkan pengalaman hampir 20 tahun di bidang pembenihan (hatchery) udang, pendidikan sarjana perikan an, serta intuisi bisnis yang kuat, Mu syafik berani membuat dua gebrak an sekaligus. Pertama, membuka budidaya udang sistem super intensif di pantai barat Lampung yang belum pernah dilakukan pembudidaya lain. Kedua, memberanikan diri menjadi pengusaha setelah sekian lama bekerja sebagai karyawan hatchery. Meski belum pernah terjun ke sektor bisnis, Bank Mandiri mempercayainya dan mengucurkan kredit pembiayaan bisnis udang.

Terobosan

Awalnya, pria yang disapa Syafik ini membuka tambak udang di Kalianda, Kab. Lampung Selatan bekerja sama de ngan pengusaha lain. Agar lebih fokus dan bisa terjun sepenuhnya mengelola tambak baru, ia melepas tambak itu kepada mitranya. Syafik memang satu di antara petambak yang terjun langsung mengawasi usaha budidaya si bongkok. Ia berharihari tinggal bersama teknisi dan peker ja tambak. Alasannya, pemilik harus tahu semua seluk-beluk usaha. Meski cukup pengalaman di hatchery, ia merasa masih banyak yang belum dipahami. Karena itu, ia belajar semua hal tentang tambak, mulai dari konstruksi hing ga listrik. Bukan karena tidak percaya pada teknisi, ia beralasan, “Tapi ji ka ada gejala atau persoalan, kita bisa langsung antisipasi dan membuat keputusan yang tepat, terutama soal penyakit atau problem lain yang muncul dalam budidaya.“ Bahkan, ia juga mem beli langsung berbagai kebutuhan tanpa merasa malu.

Padahal selama menjadi manajer, hal ini tidak pernah ia lakukan. Sebagai pemain baru di sektor budidaya udang, Syafik melakukan banyak terobosan yang diikuti petambak lain. Misalnya, desain tam bak menggunakan konstruksi yang berbeda dengan tambak di Kali anda, Bakauheni, dan Padang Cer min. Dasar kolam ia buat di atas permukaan air pasang tertinggi sehingga ketika proses pengeringan, tambak benar-benar kering. Benur yang baru datang dari hatchery juga tidak langsung ditebar ke kolam. Melainkan dimasukkan dulu ke bak dan diberi pakan. Setelah benur kenyang dan beradaptasi dengan suhu air kolam, baru ditebar ke tambak.